Teori Belajar dan Pembelajaran



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengembangan potensi peserta didik merupakan upaya yang sangat penting dalam pendidikan, bahkan menjadi esensi dri usaha pendidikan. Pentingnya pengembangan potensi peserta didik sebagaiman tersirat dalam arti pendidikan menurut undang-undang adalah agar peserta didik memiliki kekuatan spiritual keagamaan, penendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pengembangan potensi peserta didik ini  dilakukan oleh guru dan mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang kondusif bagi peserta didik untuk mengembangkan segenap potensi dirinya.
Kecerdasan spiritual merupakan potensi yang harus dimiliki oleh anak, karena pengaruhnya sangatlah besar dalam kehidupan anak kelak dimasa depan. Sungguh sangat menyedihkan jika anak-anak sekarang kurang dalam spiritualitasnya. Banyak orang tua tanpa disadari telah melakukan proses dalam mendorong anak untuk mencapai kesuksesan materi, popularitas dan menyisihkan nilai-nilai spiritualitas terhadap anak. Akibatnya anak hanya akan memikirkan bagaimana dia mencapai keinginannya dengan cara apapun, serta hanya mementingkan egoisme semata (Safira, 2007:11-12).
Anak-anak bisa menjadi baik bila diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, mereka akan menjadi anak-anak yang buruk apabila diperlakukan dengan buruk pula. Itulah sebabnya dalam pandangan islam anak-anak bisa merupakan permata, bisa merupakan sumber fitnah.
Bahan dasar anak juga berpengaruh terhadap perilaku anak. Apabila memberi makan anak dengan makanan yang sehat dan halal maka anak akan mempunyai harapan menjadi anak yang lebih baik. Sebaliknya anak yang diberi makanan yang kurang sehat dan dari harta yang haram akan menyebabkan anak mempunyai kecenderungan bertingkah laku buruk dan merusak.
Baru-baru ini ada anak jenius yang diberi gelar doktor karena dalam usia muda ia sudah hafal Al-qur’an dan mampu menafsirkannya. Apa rahasianya? Salah satu rahasianya, katanya, saat mengandung dan saat masih bayi ibunya sering membaca Al-Qur’an. Seperti hasil penelitian para ahli, orang-orang mempunyai nilai tinggi, yang berhasil dalam jabatan, kaya atau yang mempunyai kedudukan tinggi ternyata tidak bahagia. Orang yang berhasil justru ditunjukkan oleh orang-orang yang mempunyai kecerdasan spiritual. Kecerdasan ini diakui sebagai kecerdasan tertinggi manusia.
Dengan adanya fenomena-fenomena yang sudah banyak terjadi seperti halnya kasus diatas, penulis tertarik untuk menjelaskan mengenai “Pengaruh kecerdasan spiritual dalam mengembangkan potensi peserta didik”

B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian potensi peserta didik?
2.      Apa itu kecerdasan spiritual?
3.      Apa pengaruh kecerdasan spiritual dalam mengembangkan potensi peserta didik?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang diangkat dalam judul ini ialah untuk menjelaskan kepada peserta didik tentang pengaruh kecerdasan spiritual dalam mengembangkan potensi peserta didik.

D.    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang diangkat dalam judul ini ialah agar peserta didik mengetahui pengaruh kecerdasan spiritual dalam mengembangkan potensi peserta didik.










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Potensi Peserta didik
Potensi yang dimaksud dalam hal ini adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik/sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang memiliki kemungkinan dikembangan dan atau menunjang pengembangan potensi lain.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 19899: 697) dinyatakan bahwa kata potensi artinya kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dapat dikembangkan. Dengan dasar pengertian ini maka dapat dinyatakan bahwa potensi peserta didik adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap pribadi/ individu peserta didik yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan sehingga dapat menjadi kemampuan yang aktual dan berprestasi.

B.     Kecerdasan spiritual
Secara terminologi, kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan pokok yang dengannya dapat memecahkan masalah-masalah makna dan nilai, menempatkan tindakan atau suatu jalan hidup dalam konteks yang lebih luas, kaya dan bermakna. (Zohar dan Marshall, 2002). Kecerdasan lebih merupakan sebuah konsep yang berhubung dengan bagaimana seseorang cerdas dalam mengelola dan mendayagunakan makna-makna, nilai-nilai dan kualitas-kualitas kehidupan spiritualnya. Kehidupan spiritual meliputi hasrat untuk bermakna (The will to meaning) yang memotivasi kehidupan seseorang untuk senantias mencari makna hidup(The meaning of life) dan mendambakan hidup bermakna (The meangniful life) (Mujib dan Mudzakir, 2001).
Apabila dicermati dalam konsep spiritual Inteligensi yang berasal dari barat tersebut belum atau bahkan tidak menjangkau ketuhanan. Pembahasannya baru sebatas tataran biologi atau psikologi semata, tidak bersifat transendental. Akibatnya kita masih merasakan adanya “kebutuhan” (Agustian (2005; Tasmara, 2001). Oleh karena itu Agustian(2005) menyempurnakan dengan menambahkan dan menggabungkan dengan kecerdasan emosional sehingga menjadi ESQ (Emotional Spiritual Question) dan Tasmara (2001) menyempurnakan dengan sebutan kecerdasan rohani.
Menurut Agustian (2004), spiritual berasal dari kata spirit, yang artinya murni. Apabila manusia berjiwa jernih, maka dia akan menemukan potensi mulia dirinya, sekaligus menemukan siapa Tuhannya.
Orang yang cerdas spiritualnya akan menjalani hidupnya sesuai yang diajarkan oleh agamanya. Sebagai orang islam, kita menjalankan hidup sesuai dengan yang dikehendaki pencipta kita : Allah SWT. Orang islam yang cerdas spiritualnya akan bersandar kepada Allah. Mereka tidak bekerja demi perempuan, karena perempuan itu pasti akan berpisah dengannya, mungkin karena mati atau berpisah karena sebab lain. Orang yang cerdas spiritualnya tidak bekerja demi anak, karena anaknya akan mempunyai kehidupan sendiri dan kelak mereka akan berpisah. Mereka juga tidak bekerja demi jabatan, karena jabatan haya sementara.

C.    Pengaruh kecerdasan spiritual dalam mengembangkan potensi peserta didik
Kalau berbicara tentang kecerdasan spiritual terhadap potensi peserta didik itu ada pengaruhnya atau tidak ? Jawabannya tentu sanagat berpengaruh. Karena kecerdasan spiritual merupakan pedoman pada saat peserta didik berada di ujung masalah yang paling menantang dalam hidup meraka, ketika  harapan mereka tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Kecerdasan spiritual memungkin untuk menyatukan, menyeimbangkan dan menjembatani kesenjangan yang bersifat intrapersonal dan interpersonal. Baik hubungan antara peserta didik dengan peserta didik maupun hubungan antara peserta didik dengan lingkungan yang ada disekitarnya.
Beberapa contoh masalah yang sering dihadapi siswa  yang memerlukan Kecerdasan Spiritual (SQ)  untuk menyelesaikannya, Antara lain :
1.      Siswa selaku peserta didik behadapan dengan masalah eksistensial seperti saat siswa merasa terpuruk, khawatir, dan masalah masa lalu akibat penyakitdan kesedihan. Kecerdasan spiritual menjadikan siswa sadar bahwa siswa mempunyai masalah eksistensial yang membuat siswa mampu mengatasinya, atau setidak-tidaknya siswa dapat berdamai dengan masalah tersebut, kecerdasan spiritual memberikan siswa rasa yang dalam menyangkut perjuangan hidup.
2.      Siswa menggunakannya untuk menjadi kreatif, siswa menghadirkannya ketika ingin menjadi luwes, berwawasan luas, atau spontan secara kreatif.
3.      Siswa dapat menggunakan kecerdasan spiritual untuk menjadi cerdas secara spiritual dalam beragama, kecerdasan spiritual membawa siswa ke segala sesuatu, kekesatuan di balik perbedaan, ke potensi di balik ekspresi nyata.
4.      Siswa menggunakan kecerdasan spiritual untuk mencapai perkembangan diri yang lebih utuh karena siswa memiliki potensi untuk itu.
5.      Kecerdasan spiritual memberi siswa suatu rasa yang dapat menyangkut perjuangan hidup.
Pendapat Zohar dan Marshall sejalan dengan Abdul wahid Hasan (2006:27) yang mengemukakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang digunakan untuk menyelesaikan permasahan hidup yang dihadapi, manusia dituntut untuk kreatif mengubah penderitaan menjadi semangat (motivasi) hidup yang tinggi sehingga penderitaan berubah menjadi kebahagiaan hidup. Manusia harus mampu menemukan makna kehidupannya”.Selanjutnya menurut Marsha Sinetar (2001:9) menyatakan: kecerdasan spiritual adalah pikiran yang mendapat inspirasi, dorongan, dan efektivitas yang lebih baik.
Berdasarkan contoh dan pendapat yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual sangat mempengaruhi pengembangan potensi peserta didik.

Komentar