KONSEP MODEL PEMBELAJARAN
KONSEP MODEL PEMBELAJARAN
A.
Konsep
Model Pembelajaran
1. Pengertian
Pendapat beberapa ahli mengenai model pembelajaran
antara lain :
a. Model
pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur dalam mengorganisasikkan
pengalaman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran
berperan sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan
pembelajaran. Pendapat diatas dikemukakan oleh Adi (2000:45) yang dikutip oleh
Suprihatiningrum.
b. Model mengajar
merupakan suatu pola atau rencana yang dipakai dalam mengorganisasikan materi
pelajaran, maupun kegiatan sisiwa dan dapat dijadikan petunjuk bagaimana guru
mengajar di depan kelas. Penggunaan model belajar tertentu dapat mengoptimalkan
pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan maupun yang belum diprogramkan.
(Mulyani,2000:70 dalam Suprihatiningrum)
2. Ciri-Ciri
Model
pembelajaran memiliki empat ciri yang tidak dapat ditemukan pada strategi
ataupun prosedur tertentu lainnya, antara lain yaitu : 1) rasional teoritik
yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. 2) landasan pemikiran
tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai). 3) tingkah laku pelajar yang diperlukan agar model dapat dilaksanakan
dengan berhasil. 4) lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran
tercapai.
3. Unsur-unsur
penting
Berdasarkan pendapat para ahli yang telah disebutkan dapat disimpulkan bahwa sesuatu
dapat dikatakana sebagai model pembelajaran apabila memiliki unsur-unsur
penting sebagai berikut :
a.
Memiliki nama
b.
Merupakan suatu landasan filosofis pelaksanaan pembelajaran
c.
Melandaskan pada teori belajar dan teori pembelajaran
d.
Mempunyai tujuan tertentu
e.
Memiliki pola langkah kegiatan belajar-mengajar(sintaks) yang jelas
f. Mengandung komponen –komponen seperti guru, siswa, interaksi guru dan siswa,
dan alat untuk menyampaikan model.
Untuk memilih/menentukan model pembelajaran yang
sesuai untuk peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu, perlu disesuaikan
dengan tingkat perkembangan peserta didik dan prinsip-prinsip belajar,(seperti
kecepatan belajar, motivasi, minat, keaktivan siswa dan umpan balik/penguatan),
serta yang tidak kurang pentingnya adalah bahwa pemilihan model-model
pembelajaran seyogianya berbasis pada pendekatan pembelajaran yang berorientasi
pada konsep pembelajaran mutakhir
1.
Istilah “model” diartikan sebagai kerangka konseptual
yang digunakan
sebagai pedoman
dalam melakukan kegiatan.
2.
Pada pembelajaran istilah model diartikan sebagai
kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis
dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar
tertentu. Model berfungsi sebagai pedoman bagi pembelajar dalam
merencanankan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
3.
Model dapat diartikan sebagai suatu pola yang
digunakan dalam menyusun kurikulum, merancang dan menyampaikan materi,
mengorganisasikan pebelajar, dan memilih media dan metode dalam suatu
kondisi pembelajaran. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek
pembelajaran dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran, yang digunakan
untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran, metode, keterampilan,
dan aktivitas pebelajar untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian
pembelajaran (topik konten).
B.
Konsep Model Pengembangan
Model
pengembangan diartikan sebagai proses desain konseptual dalam upaya peningkatan
fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui penambahan komponen
pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas pencapaian tujuan
(Sugiarta, 2007:11). Hal ini seiring dengan pendapat yang dikemukakan oleh Adimiharja
dan Hikmat, 2001:12 (dalam Sugiarta A.N, 2007:24) bahwa “pengembangan meliputi
kegiatan mengaktifkan sumber, memperluas kesempatan, mengakui keberhasilan, dan
mengintergrasikan kemajuan”.
Pengembangan
model baru disusun berdasarkan pengalaman pelaksanaan program yang baru
dilaksanakan, kebutuhan individu atau kelompok, dan disesuaiakan dengan
perkembangan dan perubahan lingkungan belajar warga belajar.
C. Perbedaan Model Pembelajaran dan Model Pengembangan
Model
pembelajaran adalah suatu
pola atau perencanaan
yang di rancang
untuk menciptakan
pembelajaran di kelas
secara efektif dan
efisien untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Model pembelajaran
dapat dijadikan sebagai salah
satu cara untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran
di kelas. Model pengembangan diartikan sebagai proses desain konseptual
dalam upaya peningkatan fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui
penambahan komponen pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas
pencapaian tujuan (Sugiarta, 2007:11).
D.
Jenis-jenis Model Pembelajaran
1. Model
Pembelajaran Kontekstual
Model
pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang mendorong guru untuk
menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa.
Pembelajaran ini juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pengetahuan
dan keterampilan siswa diperoleh dari usaha siswa mengkonstruksi sendiri
pengetahuan dan keterampilan baru ketika siswa belajar.
2. Model Pembelajaran
Kooperatif
Model pembelajaran
kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan
kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar
untuk mencapai tujuan belajar.
3. Model Pembelajaran Kuantum
Model pembelajaran
kuantum merupakan rakitan dari berbagai teori atau pandangan
psikologi kognitif dan pemrograman neurologi yang jauh sebelumnya sudah ada.
4. Model Pembelajaran
Terpadu
Model pembelajaran
terpadu merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual
maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip
secara holistik. Pembelajaran ini merupakan model yang mencoba memadukan
beberapa pokok bahasan.
5. Model Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem Based Learning – PBL)
Model pembelajaran berbasis masalah
(Problem Based Learning – PBL) merupakan pembelajaran yang mengambil psikologi
kognitif sebagai dukungan teoritisnya. Fokusnya tidak banyak pada apa yang
sedang dikerjakan siswa tetapi pada apa yang siswa pikirkan selama mereka
mengerjakannya. Guru memfungsikan diri sebagai pembimbing dan fasilitator
sehingga siswa dapat belajar untuk berfikir dan menyelesaikan masalahnya
sendiri.
Sumber: Sugiyanto.
2007. Modul Pendidikan dan Latihan
Profesi Guru (PLPG): Model-model
Pembelajaran Inovatif. Surakarta:
Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 Surakarta.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, edisi 4. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Komentar
Posting Komentar